2007/12/15

HRLEWRBVHBVZZ…

HRLEWRBVHBVZZ…, sebuah onomatopea kata yang terilhami dari tiruan bunyi yang diluncurkan sebagai sebuah tema dalam pameran seni rupa yang diselenggarakan di Rumah Seni Muara Yogyakarta oleh segerombolan perupa Surabaya, yang dilaksanakan pada tanggal 15–31 Desember 2004. Sebagai tindak lanjut dari pameran UL-TAH Dewan Kesenian Surabaya. Bunyi HRLEWRBVHBVZZ… onomatopea yang berasal dari suara pita kaset tape recorder yang sedang memutar ke posisi awal (rewind) dengan memencet tombol setengah tekanan. Kuss Indarto (2004)
Meski onomatopea HRLEWRBVHBVZZ… terkesan sulit dan berbeda dengan teksnya, meski maksudnya sama. Namun bagi para perupa HRLEWRBVHBVZZ… itu berarti me-review yang dianalogikan menjadi unsur bersifat “tanda” yang terrealisasikan dalam bentuk kalimat unik. Me-review diartikan mengulas dengan memberi tangggapan, pikiran, renungan, komentar atas kejadian atau ucapan seseorang, me-review juga bisa dikatakan mengkritik, yaitu memberi nilai yang bersifat normative terhjadap seluk beluk dengan tujuan apresiatif, me-review menjadi dasar yang bisa memberikan perbandingan untuk mengetahui persamaan atau selisihnya. (katalog pameran 2004)
Dalam pameran HRLEWRBVHBVZZ… yang diprakarsai oleh Kenyut, Fibri, dan Syalabi ini diikuti oleh segerombolan perupa dari Surabaya yang berjumlah sekitar 33 (tiga puluh tiga) yang terdiri dari berbagai komunitas baik akademis maupun otodidak mereka adalah Agus Koecink, Anasetan, Anis, Alfjr X-Go, Ars Dewo, Bambang Bp, Benny , Budi, Becak, Dukan, Didik, Enok, Ferisal, Jopram, Koko, Khoirul, Risky, Yunizar, Mufi, Nanang, Ngadiono, Ruwaidah, Rizal, Sigit, Sandy, Sifin, Wedar, Dean Yudistira.

Banyak catatan yang bisa diperoleh mulai dari penentuan konsep tema HRLEWRBVHBVZZ… yang belum bisa menompang dan memberikan tolak ukur dalam memahami sebagian besar karya yang yang ada didalamnya, sampai tata cara dalam penentuan skala, yaitu teknis ukuran karya. Dengan batasan ukuran karya kecil, tak lebih besar dari 35 x 35 cm dan 25 x 45 cm, sehingga hasrat HRLEWRBVHBVZZ… sebagai upaya untuk me-review yang dimaknai sebagai cara memberikan perbandingan untuk mengetahui persamaan atau selisihnya hal ini belum terasa tercukupi.
Namun yang lebih ditekan lagi, pameran ini mampu menjadi spirit bagi para perupa muda saat itu, sebagai tolak ukur eksistensi keberadaan perupa muda Surabaya yang sedang menggeliat. Meski bukanlah karya-karya yang inovatif, bahkan karya yang baru, tapi tetap disadari bahwa pameran ini merupakan peluang dari medan kecil dalam dunia seni rupa Indonesia.



Rumah Seni Muara,
Jl. Parang Tritis Km. 9
Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Search This